Oleh: abusyafiq | September 1, 2008

Kemasan Plastik Makanan.. Be Careful

By Dhany Wiriawan

mudah2an info nya bermanfaat…

Kenali Tanda Segitiga pada kemasan plastik

Akhir-akhir ini sering diulas di televisi tentang kemasan plastik
yang
berbahaya. Coba kita perhatikan di sekitar kita, sudah dipenuhi
dengan
sampah plastik yang tentunya sangat sulit untuk didaur ulang. Kita
juga
sering menjumpai berbagai macam plastik mulai dari tas kresek dengan
berbagai macam warna ( merah, putih, hitam dll), toples tempat
makanan,
botol air minum, botol susu, gantungan baju, compact disk (CD), pipa
paralon dll yang semuanya itu mengandung plastik juga kan???

Tentunya kita sebagai manusia awam tidak tahu mana plastik yang aman
dan
yang tidak aman. Tetapi ternyata sudah diatur dan ditetapkan secara
internasional sehingga di negara manapun di dunia ini menggunakan
kode dan
simbol yang sama. Namun sayang masih banyak yang belum mengetahui
seperti
apa kode dan simbol tersebut. Bagi manusia awam kode dan simbol
tersebut
sangat penting untuk diketahui karena berkaitan dengan jenis bahan
serta
cara dampak pemakaiannya.

Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun
1998
di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan
sistem
kode, seperti ISO (International Organization for Standardization) .

Secara umum tanda pengenal plastik tersebut:
1. Berada atau terletak di bagian bawah
2. Berbentuk segitiga
3. Di dalam segitiga tersebut terdapat angka
4. Serta nama jenis plastik di bawah segitiga

Tanda pengenal plastik itu dibagi menjadi 7 buah kelompok. Serta 3
tambahan sehingga totalnya ada 10 buah. Tanda-tanda plastik tersebut
adalah:

JENIS KE 1:

Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di
tengahnya
serta tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah
segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna
jernih/transparan/ tembus pandang seperti botol air mineral, botol
jus, dan
hampir semua botol minuman lainnya. BOTOL JENIS PET/PETE ini
direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai,
apalagi
digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan
mengakibatkan
lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat
karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.

JENIS KE 2:

Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur
ulang
dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density
polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang
berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan
lain-lain. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram
dan
lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE merupakan salah satu bahan
plastik
yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi
kimia
antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang
dikemasnya. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk
sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus
meningkat seiring waktu.

JENIS KE 3:

Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di
tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti PVC (polyvinyl chloride),
yaitu
jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa
ditemukan
pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Reaksi yang
terjadi
antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi
berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari
alternatif pembungkus makanan lain (bukan bertanda 3 dan V) seperti
plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang
misalnya).

JENIS KE 4:

Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan
LDPE.
LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat
(thermoplastic/ dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat
makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Sifat mekanis
jenis
plastik LDPE adalah
1. Kuat,
2. Agak tembus cahaya,
3. Fleksibel dan permukaan agak berlemak.
4. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia,
5. Daya
proteksi terhadap uap air tergolong baik,
6. Kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. 7. Plastik ini
dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan
fleksibilitas
tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.
Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk
tempat
makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang
dikemas
dengan bahan ini.

JENIS KE 5:

Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan
PP.
Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau
berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap
yang
rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu
tinggi
dan cukup mengkilap. Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan
bahan
plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti
tempat
menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.
Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik
untuk
menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

JENIS KE 6:

Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan
PS. PS
(polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang
apoteker
dari Jerman, secara tidak sengaja. PS biasa dipakai sebagai bahan
tempat
makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.
Polystyrene
merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke
dalam
makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan,
styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan
bahan
konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya
untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang
berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem
syaraf, juga
karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini
memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat
dikenali
dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut
pada
kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara
terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan
mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

JENIS KE 7:

Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan
OTHER.
Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu : 1. SAN – styrene
acrylonitrile,
2. ABS – acrylonitrile butadiene styrene,
3. PC – polycarbonate,
4. Nylon
Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum
olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-
alat
elektronik, dan plastik kemasan. SAN dan ABS memiliki resistensi yang
tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan
tingkat
kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk
mixer,
pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat
gigi,
sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.
Plastik dengan jenis 7 yaitu SAN dan ABS merupakan salah satu bahan
plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan
ataupun
minuman. Bagaimana jenis plastik dengan kode 7 serta tulisan PC? PC –
atau
nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak
batita
(sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan
minuman, termasuk kaleng susu formula. Dapat mengeluarkan bahan
utamanya
yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi
merusak
sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan
mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat
makanan
ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses
pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus,
dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air
panas.

Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK
Tersebut? 1.
Harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6, dan 7
(PC),
seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya sekali
pakai! 2.
Akan aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN
atau
ABS)

Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam
industri
makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan contohnya
kita
sering membeli gorengan di pinggir jalan, suka minta sama penjualnya
yang
panas lalu setelah digoreng dimasukkan ke kantong kresek hitam.
Ternyata
zat pewarna hitam ini kalau terkena panas, bisa terurai, terdegradasi
menjadi bentuk zat radikal beracun yang berbahaya bagi kesehatan
terutama
dapat menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol seperti pada
penyakit kanker. Makanya mulai sekarang sebisa mungkin hindari
membungkus
makanan dengan tas kresek ya! Terutama makanan yang masih panas. Demi
panjang umur…. hehehe…. dan tips buat kita semua bagi para orang
tua
yang masih memerlukan botol susu untuk putra-putrinya: 1. Pilih dan
gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik jenis 4 atau 5.
2.
Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik jenis
4
atau 5. 3. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak
akan
mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex. 4.
Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang
penghisapnya) berbahan jenis 7 PC (polycarbonate) , 5. Jika penggunaan
plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah
menyimpan
air minum ataupun makanan dalam keadaan panas. Hindari penggunaan
botol
plastik untuk menyimpan air minum (biasa digunakan untuk tempat air
putih
didalam kulkas). Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1)
dan
HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan
segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau
gelas/kaca.
Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya
pada
microwave oven, bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun
pisang atau
kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan
dipanaskan
di mocrowave oven. Cegah menggunakan kemasan plastik untuk mengemas
makanan berminyak atau berlemak. Cobalah untuk mulai menggunakan
kemasan
berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan.
Cegah
penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah
alat
makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: