Oleh: abusyafiq | September 6, 2008

ANGIN DUDUK WASPADALAH….WASPADALAH …!

By Dedi Rustandi

Hari itu, Dina (32) meminta izin pulang lebih cepat dari kantornya.
Sejak Pagi, Dina merasa pusing dan mual. “Aku masuk angin nih,”
keluhnya pada Fahmi (35), suaminya melalui telepon.

Setiba di rumah, Dina memesan bubur ayam serta teh panas untuk
mengurangi rasa tak enak badan yang dideritanya. Setelah kerokan, ia
mengoleskan minyak kayu putih ke seluruh badannya, sebelum beranjak
tidur.

Lepas senja, Dina belum bangun juga, Fahmi yang baru saja pulang kantor.
Menengok ke kamar, ditempat tidur Dina memang masih tertelungkup,
tapi….
sudah tak bernapas lagi!

Wajahnya kebiruan, tampaknya, Dina menahan rasa sakit sesaat sebelum
menghembuskan napas terakhirnya. Selain panik, suaminya juga bingung,
Sejauh diketahuinya, selama ini kondisi kesehatan Dina baik-baik saja.
Bahkan istrinya itu tergolong wanita gesit yang memiliki segudang
aktivitas setiap harinya, Lantas, Penyakit “tersembunyi” apakah yang
merenggut nyawa Dina?

***

menurut dr. H. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, ahli internis dan kardiologi
dari RS Pusat Pertamina, yang dialami Dina adalah Angina Pectoris.
Orang-orang kita dulu biasa menyebutnya sebagai penyakit angin duduk. (
Lucu ya…ada angin bisa duduk….hehehehe. .)

Gejalanya memang mirip masuk angin biasa, hanya sedikit lebih berat.
Tak mengherankan. Penyakit ini cenderung disepelekan.

Masuk angin yang satu ini ternyata bukanlah masuk angin biasa. “Yang
biasa disebut angin duduk sesungguhnya adalah salah satu gejala penyakit
jantung koroner, yang jika tidak segera ditangani penderitanya bisa
langsung meninggal hanya dalam waktu 15-30 menit setelah serangan
pertama” dr. Joko mengingatkan.

Karena itu, kematian yang terjadi sama sekali bukan akibat kerokan atau
pengolesan minyak angin, seperti yang dilakukan Dina, melainkan karena
tidak terdeteksinya kelainan pada jantung penderita. Padahal,
seandainya sepulang kantor Dina langsung pergi ke Rumah Sakit atau ke
dokter, dan bukannya malah kerokan dirumah yang sama sekali tidak ada
hubungannya dengan sang penyakit, mungkin nyawanya masih sempat
terselamatkan.

Ciri-ciri pusing, mual dan kembung yang dialami penderita Angina
pectorismemang nyaris serupa dengan penyakit masuk angin biasa. Hanya
penderita juga merasakan dada sesak, nyeri dibagian ulu hati, keluar
keringat sebesar jagung, serta badan terasa dingin. Sayangnya, hal ini
sering tidak disadari sebagai indikasi adanya gangguan pada jantung yang
sifatnya kritis.

Menurut dr, joko, 20% dari keluhan angina pectoris yang diperiksakan ke
dokter atau rumah sakit ternyata terdeteksi sebagai penyakit jantung
koroner akut. Penyakit ini merupakan gangguan pada jantung akibat
adanya kelainan pada pembuluh koroner, sehingga darah tidak mampu
mengantarkan zat-zat yang dibutuhkan oleh jaringan dinding rongga
jantung. Karena itu, jika tidak terdeteksi sejak awal, penderitanya
bisa mengalami sudden death.

Penyakit angina pectoris itu sendiri berupa perasaan tidak nyaman
berkepanjangan, yang terjadi lebih dari 5 menit, akibat menurunnya
tekanan darah yang memompa jantung. Akibatnya, jantung membutuhkan
lebih banyak oksigen. Karena jantung tidak mampu memompa dengan
sempurna, maka pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berupa
kontraksi guna mencukupi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi,
kontraksi itulah yang menimbulkan keringat dingin pada kulit.

PERBAIKI GAYA HIDUP

Sumber masalah sesungguhnya terletak pada penyempitan pembuluh darah
jantung (vasokonstriksi) . Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
– Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah
akibat konsumsi kolesterol tinggi.
– Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus);
– Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh.darah akibat kejang
yang terus menerus.
– Keempat, infeksi pada pembuluh darah.

“Gaya hidup masa kini yang kurang sehat dan tidak teratur adalah
pemicunya”
tegas dr, Joko. Menurutnya, Zaman sekarang orang cenderung melupakan
pentingnya olahraga ( wah..wah termasuk saya sih hehehe…), hidup dalam
kondisi stress, sering tidur larut malam, dan sering mencoba bermacam
pola diet yang tidak sehat.

Kurang atau tak pernah olahraga akan menghambat kelancaran metabolisme
tubuh. Akibatnya, akan terjadi pengendapan lemak yang perlahan-lahan
dapat menyumbat lajunya aliran darah ke jantung.

Sementara itu, orang sekarang banyak yang mengaku tak punya cukup waktu
oalahraga (kalo saya sih males aja…), menjaga diri dari kemungkinan
obesitas (kelebihan berat badan) juga berperan penting untuk kesehatan
jantung, karena kelebihan lemak dapat meminimalkan gerak pompa jantung,
(your waist is your heart, begitu kata orang jawa…pinggang kamu adalah
kesehatan kamu ).

Jadi jaga ukuran pinggang anda, karena perutlah semua jenis lemak
menumpuk. Untuk wanita, maksimal 80 cm, dan untuk pria, maksimal 90 Cm,
karena jaga pola makan, hindari Junk Food, perbanyak asupan buah dan
sayuran serta fiber.

Menjauhkan diri dari stress, juga bisa mencegah kita dari penyakit
jantung koroner , Pasalnya, dalam keadaan stress kinerja tubuh serta otak
dipaksa untuk bekerja secara berlebihan, Hasilnya, kondisi tubuh selalu
dalam keadaan letih dan porsi istirahat berkurang. “Kurangnya istirahat
dapat mengakibatkan pengentalan darah, yang dapat meningkatkan hormon
adrenalin, akibatnya bisa ditebak serangan jantung lebih gampang
terjadi”

Orang yang emosi-an juga perlu diperhatikan (Selalu marah-marah. ..
setiap saat…ada ga ya orang kayak gini..), Pasalnya, dalam marah-marah
(Otak panas, napas memburu, jantungpun berdebar keras, kadang samapi
tubuh bergetar, darah bergerak cepat), jika kondisi darah bergerak
cepat, sedangkan ada penyumbatan di pembuluh darah…wouw. ..bisa
dibayangkan darah akan berkumpul disuatu tempat (pembuluh darah) dan
karena tidak kuat menampung banyaknya darah yang datang pembuluh yang
halus itupun pecah dan sudah bisa ditebak orang itupun akan koleps atau
bisa merengang nyawa,

o ya..kondisi ini juga berlaku ketika dia berolahraga ekstra keras
(seperti main bola, yang dituntut berlari2 bolak-balik terus menerus),
itu juga memicu jantung berdebar dan darah bergerak cepat, dan jika dia
mempunyai sumbatan2 dalam tubuhnya yang tidak diketahui, maka kejadian
pembuluh darah pecahpun akan menimpanya (seprti Almarhum Benyamin S dan
Basuki, mereka meninggal selagi bermain bola).

Wuiiih..ngeri ya…ya kalo udah seumur kita sih, harusnya udah ga cocok
lagi untuk olahraga2 keras macam gitu, karena kita ga tau didalam tubuh
kita (adakah penyumbatan atau tidak?) yang ringan2 aja lah seperti jalan
kaki, jogging, senam, bersepeda santai, atau olahraga pernapasan, dll
yang terakhir kebiasaan merokok serta mengkonsumsi minuman beralkohol
juga berdampak negatif pada jantung, apalagi bila kebiasaan jelek ini
dilakukan sejak usia remaja.

***

Ada beribu jalan untuk hidup sehat, Tuhan memberikan kita sesuatu yang
luar biasa banyaknya, setiap ada penyakit pasti Tuhan memberikan
obatnya, tapi bukan itu masalahnya, pola hidup sehat dan seimbang harus
kita jalani, “Mencegah lebih baik daripada mengobati.”
yang ini pasti setuju dong..

Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, mudah-mudahan berguna:

1. Minum Air putih minimal 8 gelas sehari
2. Banyak makan buah-buahan dan sayuran (serat alami)
3. Hindari stress, dan selalu sabar
4. Perbanyak berpuasa
5. Tidur yang cukup dan olahraga ringan diusahakan rutin

kesimpulannya jika kita banyak makan-makanan yang manis seperti coklat,
teh manis, kopi susu, mimunam kaleng, dll. Usahakan…sekali
lagi..usahakan seminggu sekali atau beberapa hari sekali makan yang
pahit2 seperti Rebusan air sambiloto, makan pare, minum jahe atau jus
mengkudu, makan bawang putih, dll


Responses

  1. Wilujeung tepang deui sareng si bungsu ti keluarga pak Oma sareng ma entit. Kumaha daramang sadayana keluarga besar Aki Jaya? Hatur nuhun upami damang mah. sanes eta anu ku urang dipihareup siang sareng wengi? Teu hilap simkuring mengucapkan selamat ibdah saum. anu mudah-mudahan saum urang di taun ieu aya dina jalan karidoan Allah SWT. Amin.

    Kaemutan kutulisan ti kang Dedi ( Angin Duduk Waspada…) sareng kiriman tulisan ti pun LAnceuk kang Wahyu Raksaguna (Mahkota Dewa). Simkuring ngemut sareng ngimpleng mungkin ini salah satu gambaran buat kita semua keluarga besar Aki Jaya, bahwa kita harus sedikit berhati-hati dengan sejarah kematian keluarga besar kita. Upami ku simkuring diurut pun biang Ma Entit (Almarhumah) gaduh panyawat JAntung. Pak Oma Darah Tinggi terakhir Liver. Wa Aja Jantung. Mang Pia Ginjal. Teh Lilis Darah Tinggi. Terakhir KAng Ace Gula upami teu leupat.

    Keluarga kita harus waspada terhadap gejala-gejala penyakit seperti ini. Karena kalau kita perhatikan keluarga besar kita itu, sepertinya tidak terlepas dari yang namanya makanan enak.(gurih, sedap pedo dlll…..) tah kukituna jadi perhatian buat kita semua.

    Mari kita perhatikan keadaan postur tubuh kelurga besar kita, hampir rata-rata mempunyai tingkat kesuburan yang cukup tinggi (alias Gendut, Gemuk , Gajih hungkul).

    Dengan keadaaan tubuh seperti itu kemungkinan besar penyakit-penyakit modern seperti yang menjadi hal menakutkan sekarang ini, seperti stroke, darah tinggi, Diabetes, Ginjal, Jantung seperti akan lebih cepat menghampiri keluarga besar kita semua. jadi untuk itu marilah di bulan suci ini kita manfaatkan kesempatan untuk mengekang hawa nafsu kita makan seperti bulan-bulan biasa.

    Tedi, Kang Yuyu, Kang Dedi, Yana sadayana keluarga besar Akijaya kita harus mulai waspada dan memberikan yang terbaik bagi keluarga kita salah satunya dengan menjaga tubuh kita sendiri.

    Kenapa simkuring tergugah menulis tulisan ini, karena di bulan yang suci ini teringat kembali akan kenangan kumpul dengan keluarga semua. Simkuring teringat bagaimana Pak Oma (ALM) menyikapi semua masalah dengan kebijakannya. Ras emut deui ku pun Biang Ma Entit (Almarhumah) ku kangen kana kornet buatan anjeuna. Kitu deui ka teh Lilis anu nyaah pisan ka simkuring.

    Simkuring sadar itu semua merupakan jalan dari Allah bahwa sebagian keluarga besar kita meninggal dengan berbagai penyakit yang modern dan canggih.

    Itu semua merupakan gambaran yang jelas buat kita semua, bahwa keluarga besar akijaya mempunyai sejarah penyakit-penyakit yang canggih (Darah tinggi, jantung, Diabet, Stroke,dll).

    Mudah-mudahan tulisan ini menjadi pengingat dan kewaspadaan bagi kita semua, keluarga besar Aki JAya.

    Ted terus semangat menjadi pengelola wadah ini, kangge Yana Wilujeung Saum (teu hilap wilujeung Ibak Sahur, ) .

    Wilujeung Saum kasadayana.
    Mudah-mudahan Saum kita menjadi saum yang diterima oleh Allah SWT. Amiiin.

    Hidup Keluarga Besar Aki Jaya.

    Wasssalam,

    Sibungsu
    Iwan.

  2. Angin duduk ?

    Serangan penyakit ini pernah menyergap “simkuring”
    10 tahun yg lalu. Iwan yg waktu kejadian itu menjadi penolong, dg segera “simkuring” dilarikan ke PMI Bogor.
    Sungguh tak nyaman keadaan saat itu, kejadiannya begitu tiba-tiba jam 2 dini hari.
    Saat tertidur pulas, tiba-tiba mimpi dihimpit pintu besi yg beratnya minta ampun, dada terasa sesak, panas . pusing dan ada rasa sakit yg teramat sangat. Terasa ditusuk-tusuk jarum, ditambah rasa mual dan perut yg kembung karena volume yg sudah mencapai ambang batas. Gerakan angin dalam perut mendesak ke arah bagian dada keringat dingin mengucur deras.
    Saat rasa sakit itu semakin tak tertahankan, “simkuring” terbangun dari tidur. Begitu panik, ada rasa takut. Menyadari bahwa rasa sakit itu akibat dari serangan mendadak…
    yg terpikir saat itu :
    Inikah yg disebut serangan jantung ?

    Bahkan sempat terlintas dalam pikiran, bahwa saat itu ajal segera menjemput, ….

    Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk memperpanjang “kontrak hidup”.
    Sejak saat itu , sudah bulat tekad untuk mencoba merubah pola hidup sehat.
    Diantaaranya berhenti merokok, ikut klub olah raga sepeda gunung…

    Untuk seluruh keluarga MITRA JAYA, semoga pengalaman “simkuring” yg sempat kedatangan tamu “angin duduk”, lebih berhati-hati dengan gaya dan pola hidup sehat.

    Dan doa kita semua, semoga kita diberi kesehatan dan umur panjang agar kita tetap bisa berkarya.

    Salam dari Bogor,

    Wahyu R

  3. sampurasun baraya sadaya..kumaha walalagri?
    nepangkeun simkuring nu aya di tatar wetan prov.jabar, nu nigiring bingah tur reu-eus wire’h katurunan aki jaya teh tos cararanggih gening…
    sumuhun eta pisan kaayaan sabarondoyot KB.akijaya teh ngeunaan dina pasoalan kawalgrian mah, anu di ulas ku pun lanceuk nu ditatar kulon, ku kang rayi + si bungsu nu ti bogor teh..namung kitu simkuring mah bade nambihan sakedik wae ngeunaan dina faktor penyebab katarajang sakit nyaeta : ” URANG TEH KUDU LOBA SYUKUR KA GUSTI NU MAHA SUCI + KUDU LOBA TAFAKUR TUR ISTIGHFAR DIAN NYINGHAREUPAN KAHIRUPAN” POMA2 ULAH SOK NGUMPAT WAE KAGORENGAN BATUR(DUKA TAH ARI SIMKURING TOS TIASA KITU?SESAH OGE GENING NYA HOYONG WALAGRI TEH)..tah mung sakitu anu tiasa kapihatur hapunten ieu mah sanes bade mamatahan ngojay ka meri, tapi estu kawajiban urang silih geuingkeun, silih wangi keun jeung papada…sampurasun

  4. Assalamuaikum wr. wb.

    wilujeung tepang deui sareng simkuring iwan si bungsu tea.

    hatur nuhun ka kang Toto anu parantos masihan wejangan anu sakitu jerono, da upami dilenyeupan sareng tiasa di lakokanan ku urang, Insya Allah hirup urang aya dina kawaluyaan, da Allah masihan kahirupan ka urang teh atos sareng bumbuna.

    Sakapeung urang aya dina kaayaan anu manis, sanes waktos haseum (pait), eta kanyataan bakal jadi langganan pikeun urang sadayana.

    Kapihatur keluarga besar Aki Jaya, mudah-mudahan urang sadayana tiasa ngalaksanakeun wejangan anu parantos didugikeun ku kang Toto.

    Wilujeung saum,

    Wasalam,

    Iwan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: